• Home
  • About
  • Vanaila.com
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

ASWshare

Just two cents of my thinking frameworks

Bongkar LinkedIn Profile (Part 3): Stop Tulis 'Jobdesk', Mulai Tulis Dampak di Experience!


Assalamualaikum. | Selamat Pagi/Siang/Malam.

Seiring berjalannya waktu, gua merhatiin pola yang terus berulang dari ratusan kandidat. Kalau di *Part 1* dan *Part 2* lu udah berhasil bikin HR nemuin profil lu lewat *Headline* dan tertarik baca *Summary* lu, sekarang pertarungan aslinya ada di bagian Experience.

Sering banget gua nemu kandidat nulis pengalaman kerjanya tuh bener-bener cuma mindahin Job Description dari surat kontrak. Isinya cuma: "Mengerjakan administrasi", "Bertanggung jawab atas operasional", "Merekrut karyawan". Jujur aja, bacanya bikin ngantuk. HR itu udah tau tugas dasar posisi lu apa, yang kita pengen tau adalah: seberapa jago lu ngerjain tugas itu?

1. Gunakan Formula 'Impact': X-Y-Z

Ternyata gak segampang itu buat nulis pencapaian sendiri. Kuncinya ada di metrik dan angka. Ubah bullet points di pengalaman kerja lu pake rumus Google: "Saya mencapai X, diukur dengan Y, dengan melakukan Z."

  • Sebelumnya: "Melakukan audit kontrak karyawan."
  • Setelah diubah: "Mengaudit 50+ dokumen kontrak karyawan (PKWTT) dan memperbarui addendum untuk memastikan kepatuhan terhadap UU Ketenagakerjaan yang berlaku."

Dengan masukin angka dan hasil nyata, profil lu berubah dari yang tadinya cuma "orang yang disuruh kerja" jadi "orang yang ngasih solusi".

2. Sematkan Media (Portofolio Langsung)

Fitur *media* di kolom *Experience* ini sering banget dianggurin. Kalau lu pernah bikin *project*, misalnya ngebangun website pendaftaran, nulis pedoman perusahaan, atau ngerancang bundle psikotes, masukin link atau PDF-nya di situ. Bukti visual itu jauh lebih kuat daripada kata-kata doang.

3. Endorsements & Recommendations: Validasi Sosial

Jangan malu buat minta rekomendasi dari mantan bos, rekan satu tim, atau klien. Validasi dari orang ketiga ini bener-bener ningkatin *trust issue* recruiter. Cukup 2-3 rekomendasi yang solid udah bisa ngebuktiin kalau lu emang asik diajak kerja sama.

Kesimpulannya, LinkedIn lu adalah rekam jejak digital yang hidup. Apa yang pernah lu lakuin, masalah rumit apa yang pernah lu benerin, itu semua harus ter-capture di sana dengan elegan. Jangan nunggu jobless baru sibuk *update* profil. Perbaiki dari sekarang!

Sekian.


Referensi & Bacaan Lanjutan:

  • Bock, L. (2014). The Google Resume Formula: How to Write a Resume That Gets You Hired. (Artikel adaptasi dari buku *Work Rules!* oleh SVP People Operations Google). Baca penjelasannya di sini.
  • Ahlgren, M. (2023). LinkedIn Statistics & Benchmarks for Job Seekers. Web Hosting Rating Journal.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Bongkar LinkedIn Profile (Part 1): Kenapa Lu Sering Dilewatin Recruiter?


Assalamualaikum. | Selamat Pagi/Siang/Malam.

Seiring berjalannya waktu, gua sering banget mantengin ratusan LinkedIn profile tiap harinya, entah itu pas lagi headhunting nyari talenta terbaik atau sekadar screening. Dan ternyata, banyak banget orang yang punya *skill* dewa tapi profil LinkedIn-nya mati suri.

Banyak yang mikir, "Ah, LinkedIn kan cuma buat pamer doang." Bego-nya, lu ngelewatin peluang karir gede cuma karena lu males ngatur profil. Kalau lu bangun profil dengan bener, penonton atau opportunity yang dateng itu bakal organik. Lu gak perlu capek-capek *apply*, malah lu yang bakal di-DM duluan sama HR. That's mean ini peluang banget buat lu.

Overview: Apa yang Bikin LinkedIn Lu Stand Out?

Gua bakal bikin topik ini jadi beberapa series ke depannya, tapi sebagai gambaran umum, ada 3 pilar utama yang bakal HR liat dalam waktu 5 detik pertama:

  • 1. Headline & Foto Profile: Ini etalase lu. Jangan cuma nulis "Fresh Graduate at X University". Kasih tau lu siapa dan lu bisa ngasih dampak apa. (Misal: Web Developer | Next.js Enthusiast). Dan please, pake foto yang jelas, jangan foto lagi nongkrong di burjo.
  • 2. Kolom 'About' yang Bercerita: Jangan copy-paste dari CV. Bikin kayak cerita singkat. WHAT IF orang yang baca itu pengen tau passion lu? Ceritain perjalanan lu, lu jago ngerjain apa, dan arah karir lu kemana.
  • 3. Experience dengan Metrik: Sama kayak nulis CV ATS, jabarin pengalaman kerja lu dengan bullet points yang isinya pencapaian dan angka, bukan cuma *jobdesk* harian doang.

Di part selanjutnya, gua bakal bedah lebih dalam gimana cara optimasi keyword di Headline dan nulis Summary yang bikin recruiter betah baca. Buat sekarang, coba cek lagi profil lu, udah sedap dipandang atau belum?

Semoga dari hal-hal kecil yang lu ubah di LinkedIn, lu bisa buka peluang yang bahkan sebelumnya gak pernah lu bayangin. Rombak profil lu, dan kuncinya "Jalani dulu aja".

Sekian.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Biar Gak Blank Pas Interview: Persiapan, Gestur, & Trik Menaklukkan HR


Assalamualaikum. | Selamat Pagi/Siang/Malam.

Akhir-akhir ini gua sering banget ngewawancarai kandidat dan ngurusin hal-hal krusial dari mulai headhunting sampe ngereview draf kontrak karyawan. Dari sekian banyak orang yang gua temui, ternyata masih banyak banget yang dateng interview tuh modal "bismillah" doang.

Jujur aja, sebagus apapun CV lu, kalo pas interview lu gelagapan, peluang lu buat dapet offering bisa langsung melayang. Bencana bagi kandidat pun tiba saat ditanya, "Apa yang kamu tahu tentang posisi ini?" dan mereka cuma bisa senyum canggung. Biar kejadian kayak gini gak kejadian di lu, ini beberapa hal krusial yang wajib lu siapin sebelum tempur.

1. Riset Posisi & Perusahaan (The Basics)

Jangan pernah dateng dengan tangan kosong. Lu harus tau perusahaan ini gerak di bidang apa, kompetitornya siapa, dan paling penting: baca ulang Job Description lu. Cari tau tantangan apa yang kira-kira lagi dihadapi perusahaan, terus pikirin "WHAT IF" lu masuk ke sana, solusi apa yang bisa lu tawarkan dari pengalaman lu sebelumnya.

2. Gestur dan Body Language

Ternyata gak segampang itu untuk pura-pura percaya diri. Lu harus sadar sama bahasa tubuh lu.

  • Kontak Mata: Tatap mata interviewer, tapi jangan melotot. Kalo nervous, tatap bagian tengah alisnya.
  • Postur: Duduk tegak, condong sedikit ke depan buat nunjukin lu antusias. Jangan bersandar kayak lagi di warung kopi.
  • Tangan: Jangan lipat tangan di dada (kesannya defensif). Taruh tangan di atas meja atau paha, dan gunakan gestur sewajarnya saat ngejelasin sesuatu.

3. Bersikap: Jangan Oversell, Jangan Merendah

Gua paling sering nemu kandidat yang saking pengennya keterima, dia ngejual janji manis berlebihan. Ingat, rekruter itu biasanya udah paham pola. Jawablah sesuai porsi. Kalau ditanya kelemahan, jawab jujur tapi kasih tau apa yang lagi lu lakuin buat ngatasin hal itu.

Pesan moral dari cerita gua ini adalah, persiapan itu setengah dari kemenangan. Terkadang lu harus sadar dengan apa yang lu miliki, dan gimana cara nyampeinnya ke orang lain dengan elegan. Semoga lu bisa lebih percaya ke kemampuan lu sendiri pas interview nanti. Kuncinya "Jalani dulu aja" dengan persiapan matang.

Sekian.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Assalamualaikum. | Selamat Pagi/Siang/Malam.

Akhir-akhir ini gua lagi sering banget merhatiin dinamika pencari kerja di Indonesia. Jujur aja, job market tahun 2026 ini bener-bener gak main-main selektifnya. Di satu sisi, persaingan makin padat karena jumlah pelamar membludak, di sisi lain, perusahaan juga makin canggih dalam nyaring berkas yang masuk.

Lucunya, gua masih sering banget nemu orang yang ngeluh, "Bang, gua udah sebar 100 lamaran tapi kok gak ada satu pun yang manggil interview ya?". Pas gua liat CV-nya... bego-nya, formatnya masih pake template grafis dua kolom warna-warni dari jaman baheula yang penuh rating bintang di bagian skills.

Bencana bagi pelamar pun tiba...

CV lu bahkan gak sempet dibaca sama HR atau recruiter, karena udah mental duluan di sistem penyaring otomatis alias ATS (Applicant Tracking System). Nah, biar waktu dan tenaga lu gak kebuang sia-sia, gua mau share sedikit panduan praktis gimana ngerombak CV lu biar bener-bener stand out dan lolos screening di era sekarang.

1. Format & Tipe: Balik ke Format ATS Sederhana

Buang jauh-jauh desain heboh pake progress bar atau grafik pie. Recruiter itu cuma butuh waktu sekitar 6–10 detik buat screening awal, dan sistem ATS butuh teks yang gampang dibaca secara linear.

  • Gunakan format satu kolom (single column), background putih polos, font standar yang bersih (kayak Arial, Calibri, atau Inter).

  • Simpan file dalam bentuk PDF dengan penamaan yang profesional: Nama Lengkap_Role Target_CV.pdf.

2. Struktur Heading & Urutan yang Rapi

Biar alur bacanya enak dan logis, susun urutan CV lu seperti ini:

  1. Header (Kontak): Nama Lengkap (bold), Lokasi (cukup Kota & Domisili), Email aktif, Nomor WhatsApp, dan link LinkedIn / Portofolio.

  2. Professional Headline / Summary: 2–3 kalimat padat yang ngejelasin siapa lu, spesialisasi lu apa, dan impact terbesar yang pernah lu bawa.

  3. Work Experience: Pengalaman kerja relevan diurutkan dari yang paling baru (reverse-chronological).

  4. Skills: Hard skills, tools/software, dan kompetensi teknis.

  5. Education: Riwayat pendidikan formal.

  6. Certifications / Projects (Optional): Masukin kalau relevan sama posisi yang dituju.

Tips Optimasi Headline:

Jangan cuma nulis "Fresh Graduate" atau "Hardworking Individual". Pasang targeted keyword dan angka metrik.

Contoh: Talent Acquisition Specialist | 3+ Years in Tech & Corporate Hiring | Scaled 50+ Headcount in 6 Months.

3. Maksimalkan Bullet Points Experience: Rumus X-Y-Z

Bagian pengalaman kerja adalah kunci utama. Jangan bikin deskripsi kerja kayak daftar tugas harian (job description copy-paste), tapi tunjukin dampak / hasil kerja.

Gunakan formula: Action Verb + Konteks/Tugas + Hasil/Metrik (Angka Riil).

  • Biasa aja (Skip):

    "Bertanggung jawab melakukan rekrutmen karyawan baru."

  • Optimal (Dilirik Recruiter):

    "Memimpin end-to-end recruitment untuk 15+ posisi teknikal, memangkas time-to-hire sebesar 25% melalui optimasi sourcing channel."

Pilih kata kerja tindakan (action verbs) yang kuat kayak: Mengembangkan, Mengoptimalkan, Memangkas, Mengelola, Merancang, Mengintegrasikan.

4. Penulisan Skills: Pisahkan Hard Skills & Tools

Bagian skills itu ladang keyword utama buat mesin pencari ATS. Hindari soft skills klise kayak "Komunikatif, Pekerja Keras, Bisa Kerja Tim" yang makan tempat tanpa bukti.

Kelompokkan skills lu jadi jelas:

  • Core Competencies: Talent Sourcing, Performance Management, Data Analysis, Contract Review.

  • Tools & Software: Google Workspace, Notion, Jira, Python, Figma.

  • Languages: Bahasa Indonesia (Native), English (Professional Working).

Pesan moral dari tulisan gua kali ini sederhana: dalam mencari kerja, kerja keras lu gak bakal keliatan kalau cara lu "menjual diri" di atas kertas belum tepat. CV itu bukan cuma rekam jejak, tapi tiket pertama lu buat dapet kesempatan ngobrol langsung di meja interview.

Semoga tips ini bisa ngebantu lu yang lagi berjuang di job market 2026. Kuncinya, perbaiki berkasnya, evaluasi berkala, dan "Jalani dulu aja".

Sekian.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Get the newest post quickly!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner



Follow Us

  • facebook
  • Instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • Berita
  • Cerita
  • Content Creator
  • Dokumen
  • Fakta
  • Futsal
  • Game
  • Info
  • Job Seeking
  • Komputer
  • Kuliah
  • Linkedin
  • Opini
  • Pengalaman
  • Pengetahuan
  • Piala Dunia
  • Profil Pemain
  • Psikologi
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepak Bola
  • Software
  • Tips
  • Tutorial
  • Tutorial Blog
  • UN

Blog Archive

  • August 2026 (6)
  • January 2019 (3)
  • May 2017 (2)
  • June 2014 (3)
  • February 2014 (1)
  • March 2013 (3)
  • February 2013 (10)
  • January 2013 (12)
  • December 2012 (1)
  • November 2012 (2)
  • September 2012 (1)
  • August 2012 (1)
  • May 2012 (3)
  • April 2012 (4)
  • March 2012 (31)
  • February 2012 (10)

Popular Posts

  • Download | Euro Truck Simulator 2 + Patch full version
  • Sisi Positif dari seorang Cristiano Ronaldo
  • Cara Belajar Bahasa Inggris dengan mudah
  • Ciri-Ciri Orang yang akan meninggal dunia
  • Mari kita menghitung kekayaan Bill Gates
  • Profil Bayu Gatra
  • Game Kereta Api OpenBVE Indonesia (from official website)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates