Bongkar LinkedIn Profile (Part 3): Stop Tulis 'Jobdesk', Mulai Tulis Dampak di Experience!
Assalamualaikum. | Selamat Pagi/Siang/Malam.
Seiring berjalannya waktu, gua merhatiin pola yang terus berulang dari ratusan kandidat. Kalau di *Part 1* dan *Part 2* lu udah berhasil bikin HR nemuin profil lu lewat *Headline* dan tertarik baca *Summary* lu, sekarang pertarungan aslinya ada di bagian Experience.
Sering banget gua nemu kandidat nulis pengalaman kerjanya tuh bener-bener cuma mindahin Job Description dari surat kontrak. Isinya cuma: "Mengerjakan administrasi", "Bertanggung jawab atas operasional", "Merekrut karyawan". Jujur aja, bacanya bikin ngantuk. HR itu udah tau tugas dasar posisi lu apa, yang kita pengen tau adalah: seberapa jago lu ngerjain tugas itu?
1. Gunakan Formula 'Impact': X-Y-Z
Ternyata gak segampang itu buat nulis pencapaian sendiri. Kuncinya ada di metrik dan angka. Ubah bullet points di pengalaman kerja lu pake rumus Google: "Saya mencapai X, diukur dengan Y, dengan melakukan Z."
- Sebelumnya: "Melakukan audit kontrak karyawan."
- Setelah diubah: "Mengaudit 50+ dokumen kontrak karyawan (PKWTT) dan memperbarui addendum untuk memastikan kepatuhan terhadap UU Ketenagakerjaan yang berlaku."
Dengan masukin angka dan hasil nyata, profil lu berubah dari yang tadinya cuma "orang yang disuruh kerja" jadi "orang yang ngasih solusi".
2. Sematkan Media (Portofolio Langsung)
Fitur *media* di kolom *Experience* ini sering banget dianggurin. Kalau lu pernah bikin *project*, misalnya ngebangun website pendaftaran, nulis pedoman perusahaan, atau ngerancang bundle psikotes, masukin link atau PDF-nya di situ. Bukti visual itu jauh lebih kuat daripada kata-kata doang.
3. Endorsements & Recommendations: Validasi Sosial
Jangan malu buat minta rekomendasi dari mantan bos, rekan satu tim, atau klien. Validasi dari orang ketiga ini bener-bener ningkatin *trust issue* recruiter. Cukup 2-3 rekomendasi yang solid udah bisa ngebuktiin kalau lu emang asik diajak kerja sama.
Kesimpulannya, LinkedIn lu adalah rekam jejak digital yang hidup. Apa yang pernah lu lakuin, masalah rumit apa yang pernah lu benerin, itu semua harus ter-capture di sana dengan elegan. Jangan nunggu jobless baru sibuk *update* profil. Perbaiki dari sekarang!
Sekian.
Referensi & Bacaan Lanjutan:
- Bock, L. (2014). The Google Resume Formula: How to Write a Resume That Gets You Hired. (Artikel adaptasi dari buku *Work Rules!* oleh SVP People Operations Google). Baca penjelasannya di sini.
- Ahlgren, M. (2023). LinkedIn Statistics & Benchmarks for Job Seekers. Web Hosting Rating Journal.
No comments:
Post a Comment
Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar, tapi jangan berkata kasar agar tidak terjadi kesalahpahaman disini, NO SARA and SPAM, Terima Kasih!